Belajar Kesetiaan dari Bunda Maria.
Lukas 1:26-36
1:26
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Sahabat-sahabat yang tekasih bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya Maria saat menerima salam dari malaikat dan dia mengira bahwa dirinya akan mati, namun yang lebih mengejutkan malaikat menubuatkan bahwa Maria akan mengandung dalam kuasa Allah (YHWH), dan melahirkan penebus dan juru selamat umat manusia. Yang menarik adalah Maria bisa saja menolak tawaran tersebut, tetapi karena Maria adalah orang yang tulus hati dan dekat serta selalu berserah pada Tuhan dia menjawab. "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Disinilah terlihat kualitas iman bunda maria yang sangat besar, dan layak menjadi teladan bagi semua orang beriman.
Sahabat-sahabat yang budiman kita pasti pernah menghadapi saat yang sulit dan kita juga pasti pernah ingin mengelak dari saat dan situasi tersebut, bunda Mariapun sama. Pada awalnya dia juga ingin menolak dengan berkata "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
tapi imann dan kepercayaanya akan Tuhan, bahwa Tuhan selalu melakukan hal terbaik bagi umatnya membuat dia, berani menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
Pertanyaanya adalah sudahkah kita berserah kepada kehendak Tuhan atas pergumulan hidup hari ini?
sebagai penutup mari kita ucapkan bersama-sama, dimanapun dan kapanpun, apapun dan bagaimanapun perjalanan hidup kita
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Selamat menjalani hari
Tuhan memberkati.

0 Response to "Taat dan Setia Pada Kehendak Tuhan"
Post a Comment