KITA INI ISTIMEWA

KITA SUDAH ISTIMEWA SEJAK LAHIR

kelahiran Yohanes pembabtis

Sahabat-sahabat dan pembaca yang budiman, apakah ada dari antara  kita yang sedang atau pernah bertanya-tanya apa Tujuan hidup saya?, atau bertanya-tanya apa yang sebenarnya saya cari, atau apa yang seharusnya saya perbuat?.

Sahabat-sahabat yang terkasih dan para pembaca yang budiman jika anda berfikir bahwa anda bukan siapa-siapa jika anda berfikir bahwa anda tidak pantas atau tidak layak untuk hidup maka anda salah besar, karena Tuhan menciptakan manusia untuk sebuah tujuan yang istimewa dan spesial, coba anda bayangkan manusia menciptakan sesuatu dengan sebuah tujuan apalagi Tuhan. Dia memiliki tujuan yang luar biasa buat kita.

Lukas 1:57-66

1:57
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

1:59
Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,

1:60
tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."

1:61
Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."

1:62
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

1:63
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.

1:64
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

1:65
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.

1:66
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Sahabat-sahabat yang terkasih hal yag dapat kita renungkan dalam bacaain ini adalah 
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Nah dalam hidup ini kita terkadang lupa atau bahkan mengabaikan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita, kita tidak menyadari penyertaan  Tuhan dalam hidup karena kita menjalani hidup kita secara wajar dan biasa kadang kita melupakan untuk bersyukur atas kesempatan dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita, kita hanya membutuhkan Tuhan saat kita dalam derita dan kesusahan, dan malah cenderung memerintah Tuhan, dan jika kita mengalami hal buruk terkadang menjadikan Tuhan sebagai alasan dan kambing hitam.

Sahabat-sahabat terkasih coba kita sadari dari awal kehidupa kita hingga saat ini, dari makanan yang kita makan, dari orang yang kita temui, dari keberuntungan yang kita alami, dari kecelakaan yang kita hadapi, dari badai yang kita lalui, apakah kita sudah atau pernah merasakan kehadiran Tuhan?

Untuk menutup tulisan ini saya akan membagikan sebuah cerita.

Pada suatu ketika saya bermimpi bertemu dengan Tuhan
lalu Tuhan menunjukan semua kejadian dalam hidup saya seperti sebuah film yang di putar
dan dia juga menunjukan langkah kaki saya berama-Nya.
Pada masa keberhasilan dan kebahagiaan terdapat dua jejak kaki yang berdampingan, lalu saya bertanya, "Apakah itu langkah kaki saya dan Tuhan?", Tuhan menjawab. ia anak-Ku, Aku selalu menyertaimu dalam setiap langkah hidupmu, menggandeng tanganmu dan menuntunmu.

Lalu kemudian munculah kengan pahit, kegagalah, kejatuhan ,kekecewaan ,kehancuran ,dan kesedihan yang pernah saya alami dalam hidup, tapi saya melihat hanya satu jejak kaki, seketika itu juga saya marah dan protes kepada Tuhan"Tuhan mengapa engkau meninggalkan saya disaat saya terpuruk dan bersedih, di saat saya hancur dan gelisah???!!", saya sangat marah, lalu Tuhan tersenyum kepada saya, dan berkata "Anakku coba perhatikan jejak kaki itu, bukankah jejak kakinya lebih besar?, itu adalah jejak kaki ku, aku yang menggendongmu pada saat hidupmu menderita dan kesusahan agar kamu bisa melewati setiap kesusahan dan kesulitan hidup ini".

Selamat menajalani hari
Tuhan memberkati.

0 Response to "KITA INI ISTIMEWA"

Post a Comment