TUHAN PASTI AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK
Sahabat-sahabat yang terkasih dan pembaca yang budiman.
Kita tentu pernah mengalami saat-saat dimana kesabaran kita di uji, kepercayaan kita dikhianati, atau mungkin semangat kita di buat menjadi lesu.
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan pada hari ini, kita akan bertemu dengan seorang tokoh Alkitab yang hidupnya saleh dan selalu bersabar pada kehendak Tuhan dalam hidupnya.
Bagi seorang wanita memiliki anak adalah cita-cita dan impian hampir setiap wanita, begitupula dengan Elisabet, ia sangat mengharapkan kehadiran seorang anak dalam kehidupanya meskipun umurnya sudah tidak muda lagi dan dia di sebut mandul. Namun dengan kepercayaan dan iman serta usaha dia memperoleh buah dari iman, kesabaran dan kesetiaanya.
Lukas 1:39-45
1:39
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
1:40
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
1:42
lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
1:43
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
1:44
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
1:45
Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Tuhan dan para pembaca yang budiman, yang menarik pada bacaan hari ini adalah kata-kata Elisabbet "Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
Ini adalah ungkapan iman Elisabet, yang menandakan penantianya dan pengahrapanya tidak sia-sia, pesan inipun menjadi kekuatan dan motor pendorong buat kita yang sedang mengalami kelesuan dan kehancuran, ataupun sedang berada dalam kegalauan saat apa yang kita usahakan gagal.
Dari sini kita belajar untuk menaruh kepercayaan dan harapan kita pada Tuhan semata.
Namun kita juga harus berusaha membantu Tuhan dan bekerja bersama Tuhan bukan berarti kita hanya pasrah atau acuh tak acuh dalam istilah anak muda sekarang (mager).
Elisabet pun tentunya sudah berusaha sebelum Tuhan mengaruniakan seorang anak pada hari tuanya, tentusaja dia sudah berusaha dengan suaminyad engan semampunya dan selalu mempasrahkan hasilnya kepada Tuhan.
Untuk menutup renungan ini saya akan memberikan sebuah cerita.
Ada seorang yang memohon kepada Tuhan agar dia menang Undian
dia selalu berdoa dan memohon kepada Tuhan agar dia menang undian
tapi setelah sekian lama dia tidak pernah memenangkan undian.
Saat orang ini meninggal diapun protes kepada Tuhan, dan marah " Tuhan saya selalu berdoa kepadamu siang dan malam untuk menang undian tetapi kenapa engkau tidak menjawab doaku, lalu Tuhan membalas "Bagaimana aku bisa memenangkanmu sementara kamu sendiri tak pernah membeli undian itu".
Sahabat-sahabat yang terkasih pertanyaanya adalah.
Apakah kita sudah bersuaha semampu kita dan berusaha bersama Tuhan?
Atau kita hanya mengandalkan kekuatan kita sendiri saja yang membuat kita mentok?
Semoga bermanfaat dan
Tuhan memberkati

0 Response to "Percaya Pada Rencana Tuhan dalam Hidup"
Post a Comment