Teladan Santo Yusuf dalam menjalani hidup
Sahabat-sahabat yang terkasih, dalam hidup kita tentu saja ada pergumulan, ada pergulatan, ada masalah, dan ada rintangan. pertanyaanya adalah bagaimana kita akan mengghadapi dan merespon hal tersebut?. Apakah kita akan menggunakan kekuatan kita sendiri atau mengandalkan kuasa yang jauh lebih besar yang berada di atas kita.
Hari ini kita akan bertemu dengan seorang tokoh dalam Injil dimana diceritakan bahwa dia sedang mengalami penderitaan dan pergulatan batin yang sangat hebat dan bagaimana dia memilih untuk menyerahkan hidupnya pada kehendak Tuhan.
Bacaan di ambil dari injil Matius 1:18-24
1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.
1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
Sahabat sahabat yang dikasihi Tuhan, pada hari ini kita di perlihatkan seorang tokoh hebat dia yang pada awalnya hendak menceraikan istrinya tapi karena takut mempermalukan istrinya dia berusaha menceraikan istrinyas secara diam-diam. Nampak disini dimana ada kasih yang di milik oleh Yusuf dan juga kebingungan dan egoismenya sebagai manusia. Tapi dia di beri pilihan dan Tuhan sendiri menasihati nya, tetapi Tuhan tidak memaksa dan mengatur Yusuf, Tuhan haya berkata. "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus".
Disini Tuhan tidak memaksa Yusuf untuk menikahi Maria yang sedang mengandung, dan Yusuf bebas untuk memilih apakah dia akan menikahi Maria atau tidak. Dan pada akhirnya setelah pergulatan batin yang hebat antara egoisme diri dan ketulusan hati akhirnya Yusuf menerima Maria sebagai istrinya.
Teman-teman yang terkasih, kita kadang sering berada dalam keadaan bimbang seperti Yusuf. kita sering di hadapkan pada pilihan yang sulit, antara moral, egoisme, dan budaya masyarakat.
dan kita di suruh memilih jalan mana yang harus kita ambil.
Dalam kehidupan kita terkadang memikirkan jalan yang salah, Yusuf pun demikian dia berencana menceraikan istrinya, namun di saat itulah kuasa Tuhan akan bekerja pada kita sengga kita bisa melihat opsi mana yang terbaik dan yang akan kita ambil.
Pertanyaannya apakah kita sudah peka akan petunjuk yang Tuhan berikan?
Apakah kita bisa melihat kesempatan yang Tuhan sudah bukakan?
Jikalau kita sudah melihat kedua hal itu yang terakhir adalah pilihan apa yang akan kita ambil?
Apakah mengitu apa kata hati nurani dimana Tuhan bersemayam
atau mengikuti ketakutan dan egoisme kita
Jawabanya ada pada diri kita sendiri, selamat menjalani hari
Tuhan Memberkati.

0 Response to "Mendengarkan Tuhan"
Post a Comment